Minggu, 21 Oktober 2012

Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Pada meta trader 4 (MT4) anda akan mendapati sebuah indikator yang bernama Ichimoku Kinko Hyo, yang mana indikator selanjutnya akan saya sebut Ichimoku. Indikator Ichimoku ini diciptakan untuk memberikan suatu gambaran mengenai letak suatu level support/resistance, dimana arah trend dan peluang untuk entry/exit.

Teori umum pada indicator ini ialah jika harga diatas awan, maka tren pada umumnya akan mengalami bullish dan jika dibawah awan maka tren umumnya mengalami bearish. Terdapat juga sebuah indikator moving averages (garis Tenkan dan Kijun) yang berfungsi seperti sinyal persilangan MACD dengan Tenkan memotong Kijun dari bawah yang merupakan sinyal bullish, sementara memotong dari atas yang memberikan sinyal bearish.

Untuk dapat memanggil indikator ini, anda dapat memanggilnya melalui menu Indikator lalu klik Custom kemudian pilih Indikator Ichimoku. Dalam penggunaannya secara umum digunakan oleh para trader Jepang, Ichimoku sering diaplikasikan untuk menganalisa suatu tren bagi pair dan kemudian mendeteksi trend breakouts. Indikator ini cukup baik untuk diterapkan pada timefram yang agak panjang. Sedangkan mengenai sejarah dari indikator ini yaitu Awan Ichimoku asalnya dari nama ‘Ichimoku Kinko Hyo’. Dimana ichimoku berarti ‘sekilas’, Kinko ‘Keseimbangan dalam sekilas ’ dan Hyo ‘Grafik’ atau Equilibrium chart at a glance. Indikator teknikal ini sebenarnya telah lama ada, semenjak tahun awal 70-an, dimana kegunaannya baru sampai pada kalangan dunia luas sekitar tahun 1990-an.

Sebelum pada masa tersebut, Ichimoku dapat dikatakan sebagai indikator khusus yang tidak banyak digunakan seperti lazimnya RSI atau bahkan William %R yang notabene muncul belakangan. Setelah mulai tersebarnya penggunaan PC dikalangan para trader barat, indikator ichimoku banyak digunakan dan mulai disadari sebagai salah satu indikator teknikal terkomplet yang pernah ada sekaligus memiliki tingkat akurasi yang sangat baik. Yang dikembangkan oleh Goichi Hosada sebelum perang dunia ke II. Inti dari Ichimoku ialah keberadaan awan (cloud) atau yang biasa disebut dengan "Kumo" dalam bahasa Jepang.

Dengan adanya Kumo ini, seorang trader dapat mengetahui dimanakah titik resisten atau support dari suatu pergerakan harga, seberapa tebal sup/res tersebut bahkan bagaimana sebuah trend yang akan terjadi. Sedangkan komponen lainnya yang menjadi konfirmator kuat tidaknya sebuah sinyal suatu pergerakan ialah Tenkan Sen, Kijun Sen, dan Chikou Span. Sementara itu kedua garis yang membatasi awan dinamakan sebagai Chikou Span A dan Chikou Span B. Dalam beberapa charting software lain juga sering disebut Up Kumo dan Down Kumo. Bentuk dasar dari indikator ichimoku bisa anda lihat pada gambar dibawah ini:Ichimoku 1 - twps2 - pendulangforex
Berikut rumus dasar dari berbagai garis Ichimoku :
- Tenkan Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2  Dengan periode standar 9.
- Kijun Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 Dengan periode standar 26.
- Chikou Span : Harga penutupan harga dan digeser ke belakang sebanyak 26 periode.
- Senkou Span A : (TENKAN SEN + KIJUN SEN)/2 kemudian di majukan sebanyak 26 periode.
- Senkou Span B : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 sebanyak 52 candle terakhir kemudian dimajukan sebanyak 26 periode.

Setelah melihat rumus di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya periode dasar dari Ichimoku adalah 9, 26, 52. Hal ini memang lumrah karena pada dasarnya Ichimoku digunakan untuk menganalisa suatu pergerakan yang cenderung panjang atau long periode.

Belum ditemukan informasi hingga saat ini bahwa Ichimoku pun dapat digunakan pada time frame yang lebih pendek seperti layaknya dalam kegiatan day trading atau bahkan scalping. Namun demikian penggantian periode dasar (9, 26, 52) memungkinkan saja dilakukan.

Kumo, awan Ichimoku
Alat yang paling berkarakter dalam indikator ini ialah awan (Kumo), yang mana didesain untuk mengetahui titik resisten atau support (tidak bisa keduanya ditentukan oleh Ichimoku). Bila sebuah harga berada diatas awan Senkou, itu berarti harga sedang berada dalam trend naik dan awan dibawahnya menjadi area Support dari pergerakan harga.

IAA - twps2 - pendulangforex

Begitupun dengan sebaliknya, apabila ternyata harga sedang berada dibawah Awan Senkou, maka trend sedang dalam pergakan turun dan awan diatasnya menjadi area resisten.

IDBA - twps2 - pendulangforex

Bila ternyata harga berada didalam awan, itu artinya harga sedang memasuki masa struggling dan trend naik atau turun belum diketahui atau bisa juga disebut kondisi Sideways.

Ichimoku Sideway - twps2 - pendulangforex

Dalam berbagai keadaan awan (kumo), serinkali berubah-ubah dari sisi ketebalannya. Dalam hal seperti ii kita harus memahami suatu konsep Support/Resistance menurut Hosoda, sang pembuat beranggapan bahwa support dan resistance bukanlah sebuah garis semata melainkan cenderung diidentifikasikan sebagai area. Itu sebabnya area Support dan Resistance suatu harga menurut Ichimoku bisa bergerak menebal maupun menipis.

Saat awan menebal, maka itu artinya area support/resistance juga menebal. Biasanya ini terjadi pada saat trend sudah mulai melemah dan akan segera berakhir. Keunikan Ichimoku ialah Kumo yang ditampilkan hingga kedepan, yang mampu melewati harga terakhirnya. Dengan demikian para pengguna Ichimoku dapat meramalkan area Support dan Resistance yang akan terjadi pada kemudian suatu harga bahkan saat harga belum terbentuk. Akibatnya seorang trader mendapatkan bayangan apa yang mungkin terjadi beberapa candle ke depan.

Kumo - twps2 - pendulangforex

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar