Kamis, 21 Juli 2011

Aaron oscillator

Aaron oscillator dapat digunakan untuk mengetahui trend yang sedang terjadi, dan juga dapat digunakan untuk menentukan sinyal beli atau jual. Aaron Oscillator adalah salah satu indikator yang cukup unik. Kalau kita perhatikan grafiknya seperti garis zig-zag. Ada dua garis, yaitu “Aroon up” dan “Aroon down”. Aroon up digunakan untuk mengukur kekuatan uptrend, sedangkan Aroon down digunakan untuk mengukur kekuatan downtrend.

Aaron oscillator memiliki nilai dari 0-100. Bila garis Aaron up berada di atas 70 dan Aaron down berada di bawah 30, market sedang bullish. Sedangkan sebaliknya, bila Aaron down berada di atas 70, dan Aaron up berada_dibawah 30 berarti pasar sedang bearish. Bila garis Aroon Up dan Aroon Down bergerak di antara garis tengah (50), maka pasar berada di fase konsolidasi (sideways)

Sedangkan untuk menentukan sinyal beli, perhatikan garis Aaron up. Jika garis ini menembus level 70, ambil posisi beli. Hold posisi selama garis Aaron up berada di atas garis Aaron down. Tutup posisi bila garis Aaron up bergerak ke bawah dan menembus level 50. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menutup posisi bila garis Aaron down tiba-tiba naik ke atas.

Untuk menentukan sinyal jual, perhatikan garis Aaron down. Jika garis ini menembus level 70, ambil posisi jual. Hold posisi selama garis Aaron down berada di atas garis Aaron up. Tutup posisi bila garis Aaron down bergerak ke bawah dan menembus level 50. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menutup posisi bila garis Aaron up tiba-tiba naik ke atas.

1 komentar:

  1. sip.. boss.. mirip sekali artikelnya seperti di buku jurus cuan... lumayan powernya ni indikator.. udah aku coba

    BalasHapus